Membangun Container Rumah, Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

Jual Container: Kondisi dan Grade Kontainer untuk Rumah
February 10, 2020

Rumah kontainer atau container rumah tepat seperti yang ditunjukkan namanya: rumah yang terbuat dari kontainer pengiriman baja, yang digunakan untuk mengirim kargo lewat jalur laut. Dengan kontainer berukuran terkecil, Anda bisa membuat rumah kotak mungil. Jadi, untuk memperbesar luas dan ukuran rumah, Anda hanya perlu tambahkan jumlah kontainernya.

Lantas, mengapa kontainer telah menjadi salah satu material yang umum digunakan untuk membangun rumah? Bahkan, Anda bisa temukan bukan hanya container rumah, tapi juga kabin, studio, atau kantor dari kontainer. Di samping itu, tren ini bisa Anda temukan di berbagai negara di penjuru dunia. Hmm, apa pemicunya, ya?

Selain karena tren, minat masyarakat dunia terhadap rumah kontainer juga merupakan wujud dari upaya untuk menghemat uang dalam membangun hunian baru. Di samping itu, ada juga anggapan bahwa rumah kontainer dapat berkontribusi pada lingkungan lewat upaya daur ulang.

Meski demikian, apakah rumah kontainer adalah pilihan yang benar-benar tepat bagi Anda? Untuk menemukan jawabannya, yuk kenali dulu apa saja kelebihan dan kekurangan dari container rumah berikut ini!

Kelebihan Rumah Kontainer

  1. Konsep prefab atau prefabricated.

Banyak rumah kontainer yang sudah dimodifikasi sehingga dijual sebagai rumah prefab atau prefab home. Karena itu, proses konstruksi container rumah juga memakan waktu lebih pendek. Belum lagi, sebagian besar prosedur inspeksi bangunan juga dilakukan langsung di pabrik, yang membuat waktu penggarapan di lokasi rumah Anda juga jadi makin singkat. Bahkan jika Anda memilih untuk mendesain sendiri rumah kontainer Anda, struktur kontainernya sendiri sudah cukup sebagai struktur dinding, lantai, hingga atap atau langit-langit.

  1. Kemudahan pengiriman.

Mayoritas kontainer diproduksi di luar negeri, terutama negara-negara Asia. Akan tetapi, Anda yang berada di Indonesia tak perlu khawatir karena kontainer sangat mudah untuk dikirimkan dari satu negara ke negara lain. Dan begitu kontainer pesanan Anda sudah tiba, pengiriman ke lokasi pembangunannya juga tak kalah mudah, terutama jika pondasi bangunan sudah disiapkan.

  1. Biaya yang mudah diestimasi.

Sebagian besar pekerjaan sudah digarap di pabrik kontainer dengan harga yang sudah ditetapkan, dan bahkan sudah termasuk ke dalam harga kontainer sebagai biaya tetap. Kemudian, biay-biaya lain seperti biaya pengiriman, persiapan lokasi pembangunan, pondasi, pembangunan, sampai modifikasi merupakan biaya variabel. Karena itu, meskipun container rumah tak selamanya lebih murah daripada pembangunan rumah biasa, Anda cenderung lebih bisa mengestimasi biaya total dengan lebih akurat.

  1. Daur ulang.

Keuntungan yang satu ini bisa Anda pertimbangkan jika Anda sangat mempertimbangkan faktor lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan kontainer yang sudah pernah digunakan sebagai material konstruksi rumah, Anda bisa mengurangi tumpukan logam bekas jika kontainer tersebut akhirnya tak lagi digunakan.

Kekurangan Rumah Kontainer

  1. Daur ulang yang kurang efektif.

Meskipun membangun container rumah memiliki daya tarik ramah lingkungan karena menggunakan kontainer bekas, nyatanya banyak rumah kontainer yang dibangun dari one-trip container, alias kontainer yang baru digunakan sekali saja untuk mengangkut kargo. Pasalnya, makin minim penggunaan kontainer, risiko adanya kerusakan pada penampilan maupun strukturnya juga lebih kecil.

  1. Masalah pada struktur.

Kontainer memang sangat kuat pada bagian sudut-sudutnya, tapi lain halnya pada bagian atap. Jadi, bergantung pada kondisi kontainer yang Anda beli, Anda barangkali masih harus membangun atap lagi di atasnya. Apalagi, permukaan dinding kontrainer yang bergelombang juga membutuhkan perhatian khusus. Jika Anda akan memotong sebagian dinding untuk jendela atau pintu, Anda butuh modifikasi khusus untuk mempertahankan strukturnya. Dan apabila Anda perlu “menumpuk” kontainer untuk rumah bertingkat, pengelasan khusus harus dilakukan dan prosedur ini memakan biaya mahal.

  1. Risiko kontaminasi.

Tak banyak pembeli yang mendapatkan informasi soal apa jenis kargo yang pernah diangkut oleh kontainer yang dibeli. Bisa jadi kargonya sekadar barang-barang yang tak berbahaya seperti tas atau kebutuhan rumah tangga, dan bisa jadi kargonya adalah bahan-bahan kimia berbahaya.

  1. Ukuran dan bentuk.

Karena kegunaan utama kontainer, ukuran dan bentuk yang tersedia sangat terbatas. Belum lagi, ruang yang ada bisa dengan segera “dimakan” oleh instalasi listrik, air dan sebagainya agar kontainer tersebut dapat digunakan sebagai hunian yang nyaman.

  1. Insulasi yang buruk.

Bentuk kontainer yang panjang tidak menawarkan insulasi yang baik bagi eksterior dari panas maupun dingin. Karena itu, Anda perlu memasang insulator yang tepat dan tidak memakan banyak tempat, seperti insulasi spray foam. Padahal, jenis insulasi seperti ini sering kali menghasilkan gas rumah kaca yang tidak ramah lingkungan.

Comments are closed.